DayDream

Membuka mata di pagi yang cerah,
Memungkinkan untuk bersandar di dedaunan yang rapuh nan basah,
Mengikuti aliran air yang tak pernah terhenti,
Membungkam mulut yang enggan berbicara,
Meratapi kesendirian yang semu,
Usai segala penantian yang tak kunjung datang.


Dia berbisik padaku. Dengan tatapan mata membelalak dan menakutkan. Tapi aku tetap bertahan dengan tidak memandanginya. Mulutnya membasahi telingaku. Dengan segala kekutannya yang penuh dengan gairah yang besar. Aku mencoba untuk menolaknya. Semakin dalam dan dalam. Badanku mulai gemetaran. Tak lama kemudian bajuku basah semua. Aku menjerit dengan kencang dan penuh ketakutan. Aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi disampingku. Aku kedinginan. Aku tak kuat lagi.
Tiba – tiba seseorang datang dan berdiri di depanku. Aku merasa dia akan membawaku jauh dari tempat yang mngerikan ini. Tapi dia terus tetap memandangiku. Aku menundukkan kepala. Dia memegang kepalaku dengan perlahan. Sehingga aku tidak kesakitan. Orang yang duduk disampingku yang sedari tadi mencium telingaku berdiri. Tampaknya dia mulai lelah. Aku menghela nafas, meskipun hanya beberapa detik.
Mereka saling memandang satu sama lain. Aku tak tahu apa yang mereka bicarakan. Tampaknya mereka membicarakan aku. Lama sekali. Beberapa saat kemudian mereka berjabat tangan. Salah satu diantara mereka mendekatiku. Tepat didepan mataku. Dan yang satunya pergi entah kemana. Tangan kanannya mengusap kepalaku. Agak lembut dan hangat. Aku menghela nafas lagi. Sementara tangan kirinya menyentuh bagian belakang tubuhku. Aku agak geli. Aku mencoba untuk bergerak. Tapi dia terus menahanku. Sehingga sulit sekali untuk menghela nafas.
Bajuku yang tadinya basah mulai mengering. Badanku merasa terbanting ke belakang. Mataku terpejam seketika. Kepalanya diletakkan didadaku. Membuatku sesak untuk bernafas. Aku merasa hangat dan tak lagi kedinginan. Aku merasa seperti di surga. Aku tak merasakan kesakitan dan ingin tetap disini.
Dia mulai kelelahan dan menghindar. Ia berdiri dan berbalik arah menjauhiku. Di semakin jauh. Dan tak bisa lagi aku melihatnya. Aku kehilangan jejak.


msa

Mukhamat Solikul

No comments:

Post a Comment

Translate

Instagram